Penambangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Energi panas bumi atau geothermal adalah merupakan energi panas yang terbentuk di dalam kerak bumi. Semakin dalam kita menggali, maka akan semakin panas di dalam bumi sana. Adapun estimasi panas dari inti planet mencapai 5,500 celcius.

Geothermal dapat digunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup seperti untuk mencairkan salju, menghangatkan rumah, untuk kebutuhan air panas dan menghangatkan rumah kaca. Bahkan untuk menggunakannya, dapat langsung diambil dari sumber air panas yang terdekat di permukaan bumi, yang kemudian disalurkan melalui pipa-pipa.

Tidak hanya untuk memanaskan, bahkan bisa juga digunakan untuk mendinginkan gedung ketika cuaca dalam keadaan panas. Tidak hanya di luar negeri, bahkan di negara kita juga dapat memanfaatkannya dan temperatur dalam tanah tidak akan berubah karena selalu sama dan stabil dari tahun ke tahun.

Sejarah Energi Panas Bumi di Indonesiapenambangan-energi-panas-bumi-di-indonesia

Pada tahun 1918 usulan JB Van Dijk untuk memanfaat energi panas bumi di daerah Jawa Barat merupakan titik awal dari perkembangan panas bumi di Indonesia. Secara kebetulan, hal tersebut juga bersamaan dengan awal pengusahaan panas bumi di dunia, yaitu Larnderello, Italia. Perbedaannya adalah kalau di Indonesia masih sebatas usulan, akan tetapi di Italia pengusahaan telah menghasilkan uap alam yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik.

1926 – 1928

Pada tahun ini, lapangan panas bumi yang ada di Kamojang bernama KMJ-3. Hingga saat ini KMJ-3 masih menghasilkan uap kering dengan suhu 1400 C dan tekanan 2,5 atmosfer. Sejak tahin 1928 kegiatan pengusahaan panas bumi di Indonesia terhenti dan dilanjutkan kembali pada tahun 1964. Dan dari 1964 sampai dengan 1981 penyelidikan sumber daya panas bumi resmi dilakukan secara aktif bersama oleh Direktorat Vulkanologi (Bandung), Lembaga Masalah Ketenagaan dengan memanfaatkan bantuan luar negeri.

1970-an

Pada tahun  1972 telah dilakukan pemboran pada 6 buah sumur panas bumi di pegunungan, Dieng. Akan tetapi tak ada satupun yang berhasil ditemukan uap panas bumi. Di tahun 1974, Pertamina aktif di dalam kegiatan di Kamojang bersama PLN untuk mengembangkan pembangkit listrik , dan selesai pada 1977.

1980-an

Pada tahun 1980-an usaha pengembangan panas bumi ditandai oleh Keppres No.22 Tahun 1981 untuk menggantikan Keppres No. 16 Tahun 1974. Menurut ketentuan dalam Keppres No. 22/1981 tersebut pertamina ditunjuk untuk melakukan survei panas bumi di Indonesia. Dan pada tahun 1982 juga menandatangani kontrak pengusahaan panas bumi dengan (Unocal Geothermal of Indonesia) UGI untuk sumur panas bumi di Gunung Cisalak, Jawa Barat.

1990-an

Pada tahun 1991 pemerintah mengeluarkan kebijakan pengusahaan panas bumi melalui Keppres No. 45/1991 sebagai penyempurnaan yang terdahulu. Dalam Keppres No 45/1991 Pertamina mendapatkan keluasan bersama kontaktor untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.

Pemanfaatan Energi Panas Bumi

Selain bisa digunakan secara langsung, energi panas bumi juga dapat digunakan dengan cara diolah terlebih dahulu sehingga menjadi listrik yang sering disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal. Untuk mencapai panas bumi pada titik yang diharapkan, maka harus menggali sumur dengan kedalaman hingga dan 1,5 km bahkan lebih. Adapun prinsip yang digunakan hampir sama dengan untuk mendapatkan listrik dari atau angin, yaitu menggunakan panas bumi untuk menggerakkan turbin.

Selain itu, pemompaan air panas bertekanan tinggi menuju ke dalam tangki bertekanan rendah juga harus dilakukan sehingga menghasilkan kilatan panas yang bisa digunakan sebagai penggerak generator turbin. Saat ini untuk membuat pembangkit listrik digunakan air panas yang berasal dari tanah yang berfungsi sebagai pemanas cairan yang lain. Cairan ini dipanaskan dengan menggunakan temperatur yang sangat rendah, kemudian cairan akan menguap dan mengembang dan cairan inilah yang bekerja sebagai penggerak turbin.

Cara Kerja Energi Panas Bumi

Energi panas bumi yang bisa dimanfaatkan manusia untuk memenuhi banyak sekali kebutuhannya ini tentu saja sangat menguntungkan. Apalagi ketika energi panas bumi ini diolah dan diubah menjadi listrik, tidak memiliki polusi seperti efek rumah kaca atau polusi suara sehingga sangat aman untuk diandalkan. Bahkan hasil yang didapatkan lebih besar jika dibandingkan dengan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil.

Namun sungguh sangat disayangkan, tidak semua negara bisa menggunakannya secara maksimal dan ini juga berlaku untuk Indonesia. Padahal Indonesia memiliki 40% cadangan panas bumi dunia yang tentu saja bisa memenuhi kebutuhan listrik negara dengan sangat mudah.

Diantara kita mungkin ada yang bertanya dari mana energi panas bumi ini berasal. Sumber panas bumi ini berasal dari berbagai unsur, antara lain yaitu terjadi karena penyerapan panas matahari yang dilakukan oleh bumi. Selain itu, aktivitas tektonik di dalam perut bumi yang telah terjadi dari mulai planet ini diciptakan adalah merupakan penyebab utama timbulnya energi panas bumi.

Namun selain itu, ilmuwan juga menduga panas bumi ini terjadi karena beberapa faktor penyebab seperti efek elektromagnetik yang terjadi karena pengaruh medan magnet bumi, panas yang berasal dari logam berat yang tenggelam pada pusat bumi, dan juga peluruhan elemen radioaktif yang berada di bawah permukaan bumi.

Saat ini beberapa negara telah menggunakan dan memanfaatkan panas bumi ini untuk memenuhi kebutuhan listrik. Bahkan bisa mencapai hingga 15% sehingga ini akan menjadi sumber listrik yang aman dan tanpa polusi. Namun sayangnya, pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan panas bumi ini hanya bisa digunakan pada lempeng tektonik yang bertemperatur tinggi. Temperatur ini berasal dari sumber panas bumi yang telah tersedia cukup dekat dengan permukaan sehingga tidak semua tempat bisa memanfaatkan energi panas bumi dengan mudah.

Loading...

Tags: daerah penghasil panas bumi di indonesia, Pertambangan panas bumi, daerah penghasil panas bumi, energi panas bumi di indonesia, daerah sumber panas bumi di indonesia, daerah penghasil panas bumi terbesar di indonesia, energi panas bumi indonesia, daerah penghasil geothermal di indonesia, daerah mana saja yg termasuk energi panas bumi di indonesia, daerah di indonesia yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga geothermal, proses terjadinya panas bumi, penghasil geothermal di indonesia, tempat sumber alternatif panas bumi, daerah persebaran energi panas bumi, Daerah persebaran energi panas bumi di indonesia