Kelebihan dan Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Tenaga angin merupakan pengumpulan energi yang berguna dari angin. Hingga saat ini tenaga angin dihasilkan dalam bentuk listrik dengan cara mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan menggunakan generator listrik. Pada kincir angin energi angin digunakan untuk memutar peralatan mekanik untuk melakukan kerja fisik seperti memompa air.

Energi angin sendiri timbul akibat sirkulasi di atmosfer yang dipengaruhi oleh aktivitas matahari dalam menyinari bumi yang berotasi. Sehingga, daerah khatulistiwa akan menerima energi radiasi matahari lebih banyak jika dibandingkan dengan daerah kutub. Perbedaan berat jenis dan tekanan udara inilah yang dapat menyebabkan pergerakan udara. Dan pergerakan ini juga disebut dengan angin. Berdasarkan prinsip dan terjadinya, angin dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut ulasannya!pembangkit-listrik-tenaga-angin

Angin topan

Yang pertama adalah angin topan. Angin topan adalah pusaran angin kencang yang memiliki kecepatan hingga 120 km/jam. Angin ini sering terjadi di wilayah tropis di antara garis utara dan selatan. Angin topan sendiri disebabkan karena perbedaan dalam suatu sistem cuaca.

Angin laut dan angin darat

Yang kedua adalah angin laut dan angin darat. Angin laut terjadi karena adanya perbedaan suhu antara daratan dan lautan. Hal ini karena bahwa sifat air dalam melepaskan panas dari radiasi sinar matahari lebih lambat daripada daratan. Sehingga suhu pada malam hari suhi dilaut akan lebih tinggi dengan suhu di daratan. Semakin tinggi suhu, maka tekanan udara akan semakin rendah. Akibatnya ini akan menyebabkan perbedaan tekanan udara di atas daratan dan lautan. Hal inilah yang menyebabkan angin akan bertiup dari arag darat ke laut. sebaliknya, pada siang hari angin akan berhembus daai laut ke darat.

Angin lembah

Jenis angin selanjutnya adalah angin lembah. Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung. Hal ini biasa terjadi pada siang hari. Angin lembah juga seringkali terjadi karena perbedaan suhu antara puncak gunung dan juga lembah.

Angin permukaan

Secara umum, tempat yang memiliki perbedaan tekanan udara yang tinggi akan memiliki potensi angin yang kuat. Ketinggian juga dapat menyebabkan pusat tekanan menjadi lebih intensif. Tak hanya perbedaan tekanan udara saja, material permukaan bumi juga dapat mempengaruhi kuat dan lemahnya kekuatan angin tersebut. disamping itu, material permukaan bumi juga mempengaruhi kemampuan dalam menyerap dan melepaskan panas matahari yang ditemia dari sinar matahari. Lantas apa saja kelebihan dan kekurangan dari pembangkit listrik tenaga angin? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

Daftar keuntungan dan kelemahan dari pembangkit listrik tenaga angin

Keuntungan energi angin atau PLTA

  1. Sumber energi terbarukan. Yang pertama adalah angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan. Dikatakan menjadi sumber energi terbarukan karena sumber energi angin tidak akan pernah habis, tidak seperti minyak bumi.
  2. Tidak menimbulkan emisi. Yang kedua adalah tidak menimbulkan emisi. Listrik yang dihasilkan oleh angin tidak menimbulkan emisi yang bisa menyebabkan hujan asam ataupun gas rumah kaca. Seperti yang Anda ketahui penggunaan bahan bakar fosil dapat menyebabkan hujan asam. Hujan asam yang terjadi pun dapat mempengaruhi kehidupan di bumi, seperti ikan dan tumbuhan mati, besi berkarat dan lainnya.
  3. Ramah lingkungan. Kelebihan menggunakan pembangkit listrik tenaga angin selanjutnya adalah ramah lingkungan. Selain terbarukan, energi angin merupakan salah satu sumber energi alternatif yang jika digunakan tanpa mencemari lingkungan.
  4. Menggunakan space yang lebih kecil. Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya, energi angin hanya membutuhkan beberapa meter untuk membentuk pondasi turbin angin. Tentu saja tanah di sekitar turbin dapat digunakan untuk keperluan lainnya, salah satunya yaitu untuk pertanian.

Lantas apa saja kelemahannya? Berikut ulasannya.

Kelemahan energi angin atau PLTA

  1. Tidak mudah diprediksi. Sama seperti pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air juga tidak mudah diprediksi. Meskipun sumber terbarukan, akan tetapi sumber energi angin kurang dapat diandalkan untuk ada terus menerus.
  2. Memerlukan biaya yang tinggi. Kelemahan yang kedua adalah memerlukan biaya yang cukup tinggi. Seperti yang kita ketahui biasanya pembangkit listrik yang satu ini dibangun di tempat yang jauh dari sumber beban. Dan tentu saja semua itu membutuhkan transmisi dengan biaya yang cukup tinggi.
  3. Biaya perawatan tinggi. Selain itu, biaya perawatan atau cost maintenance turbin angin juga sangatlah tinggi. Hal ini dikarenakan turbin angin memiliki beberapa bagian yang mudah rusak seiring dengan berjalannya waktu.
  4. Ancaman bagi kehidupan liar. Kenapa bisa dikatakan sebagai ancaman bagi kehidupan liar? Ini karena burung yang terbang bebas dapat terbunuh dan terluka jika terbang menuju ke arah turbin angin tersebut.
  5. Membutuhkan turbin angin yang banyak. Berikutnya adalah membutuhkan turbin yang banyak. Untuk menghasilkan listrik yang sama dengan pembangkit fosil. Dibutuhkan turbin angin yang banyak, dengan begitu dibutuhkan pula area yang luas.

Nah itulah beberapa keuntungan dan kelemahan pembangkit listrik tenaga angin.


Loading...
Tags: pembangkit listrik tenaga angin, kelebihan dan kekurangan pembangkit listrik tenaga angin, kelebihan pembangkit listrik tenaga angin, keuntungan pembangkit listrik tenaga angin, listrik tenaga angin, Kelebihan pembangkit listrik energi angin bernama, kelemahan angin sebagai sumber energi listrik alternatif, kelebihan pembangkit listrik energi angin, Keuntungan pembangkit listrik energi angin, uraikan kelebihan pembangkit listrik tenaga angin, kelebihan dan kekurangan plt angin, manfaat pembangkit listrik tenaga angin, kelebihan energi listrik tenaga angin, keuntungan dan kerugian pembangkit listrik tenaga angin, kelemahan plt angin