Inilah Pengertian dan Macam-macam Resistor

Pengertian Resistor

Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang memiliki sifat pasif. Dimana komponen yang satu ini tidak membutuhkan arus listrik untuk bekerja. Tak hanya itu saja, resistor juga memiliki sifat untuk menghambat arus listrik. Komponen elektronika yang satu ini memiliki nilai besaran hambatan ohm yang seringkali dituliskan dengan simbol Ω. Sedangkan dalam rumus, resistor seringkali dituliskan dengan huruf R. Sebelum membahas macam-macam resistor, tak ada salahnya untuk mengetahui kapasitas daya resistor dan nilai toleransi resistor.Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

Kapasitas Daya Resistor

Kapasitas daya pada resistor merupakan nilai maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor tersebut. Nilai kapasitas daya resistor dapat dikenali dari tulisan kapasitas daya dalam satuan Watt untuk resistor dengan kemasan fisik besar dan nilai kapasitas resistor ini juga dapat dikenali dari ukuran fisik resistor. Sangat penting sekali untuk menentukan kapasitas daya resistor ini, hal ini dikarenakan untuk menghindari resistor rusak karena kelebihan daya yang mengalir. Resistor yang kelebihan daya dapat menyebabkan resistor mudah terbakar.macam-macam-resistor

Nilai Toleransi Resistor

Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang ada di badan resistor yang masih dinyatakan resistor dalam kondisi baik. Toleransi ini juga merupakan perubahan karakteristik resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut. Nilai toleransi resistor ini juga ada beberapa macam, antara lain resistor dengan toleransi kerusakan 1% maka resistor 1%, resistor dengan toleransi kerusakan 2% maka resistor 2%, resistor dengan toleransi kesalahan 5% maka resistor 5% dan resistor dengan toleransi 10% maka resistor 10% pula. Nilai-nilai toleransi tersebut selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode huruf ataupun dengan kode warna.

Macam-macam resistor lengkap dengan penjelasannya

Jika dilihat dari fungsinya, resistor dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Resistor tetap

Yang pertama adalah resistor tetap. Sama seperti namanya, resistor tetap memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor jenis ini biasanya terbuat dari panduan logam, kawat ataupun karbon. Pada resistor tetap nilai resistansi seringkali ditentukan dengan kode warna sebagai berikut:

  1. Resistor batang karbon. Dulunya resistor ini dibuat dari bahan karbon dasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian  diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna. Akan tetapi jenis resistor ini sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian-rangkaian elektronika.
  2. Resistor kawat. Yang kedua adalah resistor kawat. Resistor jenis ini merupakan jenis resistor generasi pertama yang ada pada saat rangkaian elektronika lainnya masih menggunakan tabung hampa. Bentuknya pun sangat bervariasi. Daya yang tersedia untuk resistor jenis ini adalah ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt dan juga 10 watt.
  3. Resistor keramik atau porselen. Berikutnya adalah resistor keramik atau porselin. Sama seperti namanya, resistor ini terbuat dari keramik yang dilapisi dengan kaca tipis. Resistor ini hanya memiliki daya sebesar ¼ watt, ½ watt. 1 watt dan 2 watt.
  4. Resistor SMD. Seiring dengan perkembangan teknologi, terutama di bidang elektronika membuat peralatan elektornik semakin kecil dimensinya dan semakin besar fungsinya. Salah satunya yaitu SMD atau Surface Mounted Device merupakan resistor yang memiliki bentuk yang sangat kecil. Cara pemasangannya pun sangat mudah yaitu hanya dengan ditempel dengan timah panas.
  5. Resistor NIST. NIST atau National Instituteof Standart and Technology adalah resistor yang memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi jika dibandingkan dengan resistor lainnya. Ini membuat, resistor NIST menjadi suatu acuan standart dari penguukuran resistansi tertentu terutama di negara-negara Eropa.

Nah itulah macam-macam resistor, khususnya resistor tetap. Namun tak hanya itu saja, resistor film metal dan resistor film karbon juga termasuk ke dalam resistor tetap.

  1. Resistor variabel

Yang kedua adalah resistor variabel. Jenis resistor ini adalah resistor yang nilai tahannya dapat berubah atau dapat diubah. Sama seperti resistor tetap, resistor variabel juga terdiri berbagai jenis, yaitu:

  1. Potensiometer. Resistor jenis ini memiliki nilai tahanan yang dapat diubah dengan cara menggeser atau memutar tuasnya.
  2. NTC (Negative Temperature Control). Yang kedua adalah NTC. NTC merupakan resistor yang nilai tahannya dipengaruhi oleh suhu,. Ketika nilai tahanan NTC dingin sangat tinggi, akan tetapi ketika saat suhu NTC naik, maka nilai tahannya akan semakin mengecil dan bahkan nol.
  3. VDR (Voltage Dependent Resistor). Berikutnya adalah VDR. VDR merupakan sebuah resistor tidak tetap yang nilai resistansinya akan berubah tergantung dari tegangan yang diterimanya. Semakin besar  tegangan yang diterimanya maka nilai tahannya akan semakin mengecil, sehingga arus yang melaluinya akan semakin besar.
  4. Berikutnya adalah trimpot. Trimpot juga seringkali disebut dengan tripotensiometer. Resistor ini adalah salah satu resistor yang nilai resistansinya dapat berubah. Karakteristik dan sifat dari trimpot tidak jauh beda dengan potensiometer. Hanya saja yang membedakan adalah bentuk trimpot yang lebih kecil jika dibandingkan dengan potensiometer.

Nah itulah pengertian dan macam-macam resistor.

Baca juga perubahan energi listrik menjadi energi gerak.


Loading...
Tags: macam-macam resistor dan penjelasannya, macam macam resistor, macam-macam resistor, resistor keramik atau porselen, perbedaan resistor karbon dan resistor keramik, resistor keramik, kapasitas daya resistor, kapasitas daya pada resistor, fungsi resistor keramik, fungsi watt resistor, macam macam daya resistor, resistor krrmik, macam macam resistor / tahanan beserta contohnya, macam macam watt resistor, macam resistor dan contohnya